Home / 10 Top Destinasi / Demi Kenyamanan Wisatawan, Sarana Bukit Penanjakan Gunung Bromo Diperbaiki

Demi Kenyamanan Wisatawan, Sarana Bukit Penanjakan Gunung Bromo Diperbaiki

WAKTU.CO – Kawasan Wisata Gunung Bromo terus memperbaiki sarana dan prasarana untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan. Kali ini, yang dipoles adalah areal Bukit Penanjakan, bukit yang biasa menjadi tempat favorit wisatawan menikmati keindahan matahari terbit.

Untuk proses pembangunan sarana dan prasarana ini, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terpaksa akan menutup Wisata Bukit Penanjakan selama tiga bulan ke depan. Prosesnya dimulai sejak 11 September hingga 10 Desember 2017.

“Tidak ditutup total. Yang ditutup hanya wisata bukit penanjakan saja. Wisatawan masih bisa menikmati sunrise dan keindahan panorama Bromo di atas Bukit Kingkong dan Bukit Cinta,” kata Humas BB TNBTS Ponco Supriyandogo, Senin (4/9).

Ponco menjelaskan, fasilitas yang akan dibangun di wisata Bukit Penanjakan di antaranya perombakan tempat duduk. Jumlahnya ditambah. Bangku-bangkunya juga akan ditata sehingga membuat wisatawan nyaman serta leluasa saat mereka berada di sana.

“Nantinya wisatawan akan lebih nyaman saat menikmati keindahan pemandangan Gunung Bromo. Area-area spot foto juga akan lebih indah dan lebih aman lokasinya,” terang Ponco.

Selain itu, lanjut Ponco, juga ada perbaikan gapura dan toilet. Penerangan di area ini juga akan ditambah. Bukit Penajakan juga akan diperbaiki. Pagar akan diperkokoh agar lebih kuat, sehingga wisatawan aman.

“Desainnya sudah jadi, tinggal jalan saja. Semoga perbaikan ini berjalan dan selesai tepat waktu, sehingga wisatawan pun dapat kembali menikmati wisata Bukit Penanjakan,” ujarnya.

Ponco optimistis, perbaikan sarana dan prasarana ini akan berdampak langsung pada roda perekonomian warga sekitar. “Semakin nyaman lokasi di Penanjakan akan semakin banyak wisatawan. Makanya kami minta pelaku wisata bersabar. Perbaikan ini agar wisatawan semakin nyaman,” tuturnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya yakin, Bromo Tengger Semeru (BTS) yang berada di Jawa Timur itu akan semakin maju. Tantangannya adalah membangun secara integrated, terutama 14 pilar dalam TTCI (Travel Tourism Competitiveness Index) yang dikeluarkan World Economic Forum (WEF) itu.

“Soal air bersih, sanitasi, perumahan, infrastruktur, dan lainnya itu harus dikeroyok secara incorporated. Kalau kita bersatu, tidak ada yang tidak bisa. Pasti bisa, membangun dengan spirit Indonesia Incorporated,” jelas Arief Yahya.

Begitu juga dengan sarana dan prasarana untuk kenyamanan wisatawan, Menpar Arief Yahya yakin bila makin betah wisatawan di lokasi wisata, akan berdampak positif untuk perekonomian.

“Mereka kalau makin betah, akan makin banyak membelanjakan uangnya. Wisatawan juga makin lama tinggal di penginapan. Ini sangat positif untuk perekonomian masyarakat sekitar,” tukas Menpar Arief Yahya.

Check Also

Dukung IMF & World Bank Annual Meeting, Monkey Forest Ubud Siapkan Lahan Parkir 7 Ha

WAKTU.CO – Monkey Forest Ubud mulai pasang kuda-kuda menyambut IMF & World Bank Annual Meeting …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Powered by waktu.co