Home / Tourism / Wisata Budaya / DKI akan Kembangkan Wisata Halal

DKI akan Kembangkan Wisata Halal

WAKTU.CO– Sebagai ibukota Indonesia, Jakarta memiliki destinasi yang sangat beragam. Ada nature, culture, juga manmade. Cukupkah? Jawabannya belum. Tanah Betawi nantinya juga akan mengembangkan wisata halal.

Rencana itu muncul dalam Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Desain, Strategi, dan Rencana Aksi Wisata Halal Wilayah DKI Jakarta. Acara ini dihelat di Sofyan Hotel Cut Meutia, Jakarta, 23 Oktober lalu.

Menurut Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata Dadang Rizki Ratman, FGD digelar agar Jakarta memiliki destinasi halal berkualitas.

“Acara tersebut digelar untuk menyusun serta mensosialisasikan Desain, Strategi, Rencana dan Aksi (DSRA) DKI Jakarta. Makanya kita meibatkan berbagai pihak. Utamanya yang tergabung dalam pentahelix stakeholder. Tujuannya untuk menciptakan Destinasi Pariwisata Halal yang berkualitas di DKI Jakarta,” tutur Dadang, Rabu (24/10).

Ada 4 kawasan di Jakarta yang dinilai layak untuk Pengembangan Destinasi Pariwisata Halal. Semuanya adalah destinasi utama di Jakarta. Ada Kota Tua, Monas, Situ Babakan, dan Kepulauan Seribu.

“Destinasi-destinasi ini adalah yang terbaik di Jakarta. Dan sudah sangat dikenal di Indonesia, bahkan dikalangan wisatawan mancanegara. Pengembangan destinasi halal di tempat-tempat ini pasti memiliki value yang tinggi,” papar Dadang

Sedangkan Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal Kemenpar, Riyanto Sofyan, mengatakan ada standar yang akan diterapkan.

“Desain, Strategi, Rencana dan Aksi (DSRA) yang dibuat, harus sesuai dengan global standard pariwisata halal. Tentunya, yang telah ditetapkan Kemenpar, yaitu Global Muslim Travel Index (GMTI),” tuturnya.

Dijelaskan Riyanto, ada alasan mengapa GMTI dijadikan acuan. “Tentunya agar kekuatan destinasi dapat diukur dan dibandingkan dengan destinasi – destinasi lainnya,” paparnya.

Setelah melalui sesi diskusi dan tanya jawab, dihasilkan sejumlah poin yang mendapat dukungan bersama.

Pertama mengenai Pergub Pariwisata Halal. Pergub akan segera dikeluarkan, menyusul Pembentukan Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal DKI Jakarta

Kemudian, Pemda DKI akan segera mengeluarkan kebijakan Insentif Fiskal (Pengurangan Pajak, Subsidi sebagian biaya sertifikasi, dll) dan Insentif Non Fiskal bagi Pelaku Usaha Pariwisata Halal.

Yang terakhir, Pemprov DKI Jakarta menargetkan 2 juta kunjungan Wisman Muslim di tahun 2020.

Menteri Pariwisata Arief Yahya sangat mendukung rencana pembentukan destinasi wisata halal di Jakarta.

“Sebagai ibukota negara, Jakarta adalah tujuan dari banyak wisatawan mancanegara. Untuk itu, destinasi di ibukota harus dilengkapi. Termasuk dengan wisata halal. Buatah destinasi yang memiliki value. Yang mempunyai nilai jual ke wisatawan. Yang bisa membuat wisatawan berkunjung ke sana,” katanya memberikan masukan.(*)

Check Also

Ya’ahowu Nias Festival 2018 Siap Sambut Ribuan Wisatawan

WAKTU.CO– Pergelaran Ya’ahowu Nias Festival siap digelar, 16-20 November 2018. Ribuan wisatawan siap dijaring melalui …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Powered by waktu.co