Home / Tourism / Kenalkan 4 Spot Wisata Lewat Festival Kirab Laut Nusantara Gorontalo

Kenalkan 4 Spot Wisata Lewat Festival Kirab Laut Nusantara Gorontalo

WAKTU.CO – Pemprov Gorontalo ingin mengemas Festival Kirab Laut Nusantara Gorontalo dengan atraksi menarik untuk memancing wisatawan mengunjungi empat tempat keren di Gorontalo. Event ini diharapkan bakal menjadi senjata pemantik untuk mendatangkan 30 ribu wisatawan mancanegara sepanjang 2017.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Pariwisata Gorontalo, Resma Kabokara, mengatakan bahwa event yang akan dilangsungkan pada 1-10 Mei 2017 ini mendapat dukungan dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dan bakal menjadi senjata untuk memantik pemasaran destinasi lainnya di Gorontalo. Menurut Resma, jika merujuk Rencana Induk Pariwisata Daerah (RIPDA) Gorontalo, ada sekitar 90 objek wisata di Provinsi Gorontalo yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Ke-90 objek wisata terdiri dari wisata alam bahari, religi, budaya, dan buatan.

“Empat objek wisata baru yang sementara dikembangkan, karena banyak dikunjungi oleh wisatawan dalam negeri dan mancanegara, yakni Pulo Cinta, Hiu Paus, Oile Resort, dan Pantai Biluhu,” kata Resma.

Resma menjelaskan bahwa dengan adanya Program Paket Stimulus Penerbangan Turis dari Kemenpar, pada 2016 tercatat sekitar 7 ribu wisatawan mancanegara (wisman) mengunjungi Gorontalo. Dan pada tahun ini, ditargetkan 30 ribu wisman datang ke Gorontalo.

“Sehingga yang kita butuhkan saat ini adalah komitmen, dalam hal ini pemimpin daerah. Kalau memang pariwisata ini diangkat jadi program prioritas, maka kita harus serius mengembangkannya,” tegas Resma.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Esthy Reko Astuty, mengatakan bahwa Festival Kirab Laut Nusantara Gorontalo merupakan komitmen pemerintah, salah satunya untuk menjadikan sektor bahari sebagai prioritas. Pasalnya, Indonesia mempunyai potensi di sektor bahari.

“Kegiatan ini untuk pengembangan daerah yang punya potensi bahari. Kita punya banyak potensi wisata yang luar biasa yang harus dikunjungi, sehingga bisa menyampaikan pada dunia bahwa potensi wisata kita tak kalah dengan mancanegara,” tutur Esthy.

Esthy berharap bahwa event yang telah menjadi agenda pariwisata nasional tersebut mampu membantu Kemenpar mewujudkan target kunjungan 15 juta wisman dan 265 juta pergerakan wisatawan nusantara sampai pada akhir 2017.

Selama ini, portofolio bisnis pariwisata, yaitu budaya mempunyai porsi paling besar 60%, alam 35%, dan manmade 5%. Dari wisata budaya dikembangkan wisata warisan budaya dan sejarah 20%, wisata belanja dan kuliner 45% dan wisata kota dan desa 35%. Sementara, wisata alam dikembangkan dengan produk wisata bahari 35%, wisata ekologi 45%, dan wisata petualangan 20%. “Sulawesi Utara punya semuanya,” ujar Esthy.

Sementara itu, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan bahwa jumlah pulau Indonesia ada sekitar 17.500. Bahari Indonesia sangat kaya dengan potensi wisata. Ada coastal zone (wisata pantai), sea zone (wisata antar pulau), dan underwater zone (wisata bawah laut) yang sangat kuat.

Terlebih, 80% coral di dunia hidup di Indonesia. Kini, penegembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia adalah tuntutannya agar mampu memberi manfaat lebih besar bagi masyarakat dan bangsa. Ini adalah bagian dari implementasi undang-undang tentang kepariwisataan yang harus dilaksanakan.

“Tujuh dari sepuluh top destinasi prioritas atau 10 Bali Baru adalah wisata bahari. Dari wisata bahari, Kemenpar menargetkan target pencapaian kunjungan wisman bahari ke Indonesia pada akhir tahun 2019 sebesar 4 juta,” lugasnya.

Check Also

Usung Indonesia Incorporated, Kemenpar Hadirkan Ras Muhammad di Skouw Edisi II

WAKTU.CO, SKOUW – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) kembali menggelar Festival Crossborder Skouw 2018. Dengan semangat Indonesia …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Powered by waktu.co