Home / Others / Ketum PSSI Harus Diganti Efek Melemahnya Sistem Manajemen

Ketum PSSI Harus Diganti Efek Melemahnya Sistem Manajemen

WAKTU.CO, Desakan agar PSSI mengganti pengurus mencuat di Bandung, Jawa Barat. Sejumlah warga Kota Kembang merasa federasi sepakbola Tanah Air tersebut yang dianggap sudah tidak mampu menjalankan tugasnya dengan benar.

Munculnya desakan ini merupakan bentuk rasa kecewa atas sanksi yang diberikan Komite Disiplin (Komdis) untuk Persib Bandung. Anak asuh Mario Gomez itu harus menjalani laga kandang di luar Pulau Jawa sampai akhir musim nanti tanpa penonton.

Bukan itu saja, Persib juga dijatuhi sanksi menggelar laga tanpa penonton di Bandung, hingga separuh kompetisi musim depan. Serta beberapa hukuman lainnya untuk panitia pelaksana (panpel) yang dinilai gagal memberikan rasa untuk suporter lawan.

“Sanksi yang sangat berat buat Persib. Kok berlebihan gitu dalam memberi sanksi,” ujar Satria, salah satu suporter Persib, Minggu (7/10). Ia bahkan menyerukan pergantian pucuk pimpinan PSSI karena dianggap tak menciptakan keadilan dalam sepakbola.

Hukuman tersebut merupakan buntut dari tewasnya suporter Persija Jakarta, Haringga Sirila di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), 23 September 2018. Ia meregang nyawa usai dikeroyok beberapa jelang laga kontra Persib dimulai.

Namun, sejumlah suporter Persib menilai sanksi yang diberikan Komdis sangat berlebihan. Makanya, mereka menempelkan pamflet yang bertuliskan nada umpatan kepada PSSI sebagai bentuk rasa protes.

Satu di antaranya pamflet yang ditemukan di Jalan Sriwijaya Bandung, yang bertuliskan revolusi PSSI, dengan wajah Edy Rahmayadi yang merupakan ketua umum. Selain itu juga ada tulisan Edy Out.

Check Also

Perusahaan Swiss Tanam Modal Ratusan Juta Dollar

WAKTU.CO, Salah satu perusahaan investasi asing asal Swiss, Merkuri Holding AG, dikabarkan telah menggelontorkan dana …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Powered by waktu.co