Home / Tourism / Wisata Budaya / Kota Tinutuan Pamer Potensi di Manado Fiesta 2018

Kota Tinutuan Pamer Potensi di Manado Fiesta 2018

WAKTU.CO– Pariwisata Kota Manado semakin menggeliat. Manado yang dijuluki Kota Tinutuan, terus berproses menjadi salah satu destinasi wisata favorit di tanah air. Gelaran eventnya pun semakin matang dipersembahkan. Salah satunya Manado Fiesta 2018. Event ini siap digelar 31 Agustus sampai 9 September 2018.

Menurut Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Ricky Fauzi, event ini akan menyuguhkan berbagai kegiatan. Juga untuk mempromosikan potensi pariwisata, seni dan budaya, yang ada di Kota Manado.

“Di tengah peningkatan kunjungan turis mancanegara, Pemkot Manado terus berbenah. Infrastruktur serta calendar of event menjadi perhatian serius. Cerminan itu terlihat pada event Manado Fiesta 2018,” ujar Ricky Fauzi, Selasa (28/8).

Mengusung tema “Diversity in Harmony”, pelaksanaan Manado Fiesta 2018 dipastikan akan lebih ramai. Rangkaian acaranya pun padat dan lengkap. Pada pembukaannya, Manado Fiesta 2018 akan dimeriahkan dengan parade 25 kendaraan hias ikon biota laut perairan Manado. Atraksi perahu naga dan perahu hias dijamin membuat acara makin memanas.

Selain itu, atraksi udara akan dipersembahkan untuk meramaikan acara. Mulai dari atraksi dari penerbang Jupiter Air Show, paralayang, hingga penerjun payung. Mereka akan menambah indahnya langit Kota Manado. Tampilan kekayaan budaya pun tak luput akan dipersembahkan melalui Pentas Seni Budaya Kolosal.

“Dengan sajian pembukaan yang begitu lengkap dan padat, Manado Fiesta 2018 telah bertransformasi menjadi sebuah suguhan yang spektakuler dan sayang untuk dilewatkan,” ungkap Ricky.

Selain itu event ini akan diikuti 14 negara. Negara-negara yang akan ambil bagian antara lain Tiongkok, India, Korea Selatan, Jepang, Pakistan, Vietnam, juga Filipina. Di luar Asia, terdapat Italia, Rumania, Finlandia, Lithuania, Afrika Selatan, dan Amerika Serikat.

“Dalam pagelaran tersebut, negara-negara akan ikut dalam 2 perlombaan. Yaitu, Kejuaraan Paduan Suara dan sport tourism Paragliding Internasional Accuracy Open (PIAO), 1-4 September 2018. PIAO akan digelar di Gunung Tumpa,” terang Ricky.

Menguatkan nuansa sport tourism, lomba sepeda ‘Tour de Manado’ juga siap dihadirkan. Manado Fiesta 2018 juga menggelar Fun Bike. Jumlah pesertanya sudah mencapai 400 orang dan terus bertambah.

Sajian Manado Fiesta dilengkapi dengan Manado Fashion Festival. Event ini akan dilaksanakan pada 1-4 September. Perhelatan berlanjut dengan Fair. Materinya, Tourism, Trade, Investment, Decorate Plants, hingga Art and Photography Expo mulai 5-8 September. Ada juga Manado Culinary Festival dan Religious Festival.

“Bahkan, sejak 28 Agustus hingga 9 September ada Fun Activities and Music Events. Konser musik ini dipastikan akan semakin memeriahkan Manado Fiesta 2018. Sajian berkelas yang spektakuler akan mewarnai setiap perjalanannya. Dan pastinya semua akan berbalut dengan keindahan alam yang dimiliki Manado,” pungkas Ricky.

Spektakulernya penyelenggaraan ke-2 Manado Fiesta juga bukan tanpa sebab. Sebagai salah satu daerah favorit tujuan wisata, Manado memang luar biasa.

Rapor wisatawan melesat signifikan. Di tahun 2016 Manado dikunjungi oleh 47.103 wisatawan mancanegara (wisman). Lalu langsung melesat menjadi 92.729 wisman di tahun 2017. Wisman ini seluruhnya masuk melalui pintu masuk Bandara Sam Ratulangi, Manado.

“Saat ini, sudah ada penerbangan internasional ke Manado dari 8 kota di Tiongkok. Yaitu Chengdu, Chongqing, Guangzhou, Wuhan, Nanchang, Changsha, Makau dan Hong Kong. Direct flight ini memberi pengaruh besar bagi arus dan jumlah kunjungan wisman. Untuk itu atraksi wisata seperti Manado Fiesta ini menjadi menu wajib untuk memanjakan wisatawan yang datang,” ujar Menpar Arief Yahya.

Menpar pun makin bersemangat menjadikan Manado sebagai hub pariwisata dari pasar Pasifik, seperti Tiongkok, Hongkong, Makau, Taiwan, Jepang, dan Korea Selatan.

“Soal atraksi pariwisata, Manado sudah tidak diragukan lagi. Makanya kita buat ‘Beyond Manado’ untuk menjadi hub pariwisata. Untuk itu percepatan akan terus didorong, salah satunya adalah penambahan kapasitas Bandara Sam Ratulangi dengan membangun terminal khusus Internasional. Maju terus pariwisata Sulut, jawab semua dengan hasil. Salam Pesona Indonesia,” pungkas Menteri asal Banyuwangi tersebut. (*)

Check Also

Festival Fagogoru 2018 akan Kental dengan Budaya Halmahera

WAKTU.CO– Festival Fagogoru akan kembali digelar, 26-31 Oktober 2018. Kebudayaan Halmahera, Maluku Utara, akan tersaji …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Powered by waktu.co