Home / Tourism / Wisata Budaya / Pariwisata Jadi Leading Sector, Garut Siapkan Banyak Destinasi

Pariwisata Jadi Leading Sector, Garut Siapkan Banyak Destinasi

WAKTU.CO–Perhatian Pemerintah Kabupaten Garut terhadap pariwisata benar-benar luar biasa. Rencananya, tahun ini Garut akan membuka banyak destinasi wisata. Jenisnya pun beragam. Mulai dari sport tourism hingga pariwisata halal.

Pemkab Garut memilih sektor pariwisata sebagai leading sector. Harapannya, pariwisata akan menarik minat banyak investor. Selain itu menghidupkan sektor perdagangan. Sebab, Garut masih berjuang untuk mengatrol pendapatan asli daerah (PAD).

Menurut Kadis Pariwisata Garut Budi Gan Gan Gumilar, pariwisata memiliki prospek bagus bagi perekonomian daerah.

“Pariwisata Garut terus tumbuh. Dampaknya sangat positif terhadap perekonomian. Dengan konsep ini kami berharap trade dan invesment semakin tumbuh. Garut pun terus meningkatkan pembangunan dan pengembangan destinasi wisata,” ungkapnya.

Salah satu destinasi yang akan menjadi unggulan baru Garut adalah paralayang. Sport tourism ini ada di Gunung Putri, Kecamatan Tarogong. Topografinya pun ideal dan menantang lantaran memiliki ketinggian 1.451 mdpl.

“Kawasan Gunung Putri ini potensial untuk sport tourism, terutama paralayang. Destinasi ini akan terus dikembangkan. Infrastruktur dan manajemen pengelolaannya akan terus dikuatkan,” ujarnya.

Berada digugusan Gunung Guntur, spot ini memang kerap digunakan untuk beraktivitas paralayang. Selain itu, kawasan ini juga sering dipilih untuk kegiatan gantole.

Berada di Cibuntu, Sukawangi, Tarogong, spot ini memiliki jarak launching hingga landing sekitar 4,31 kilometer. Posisi launching atau start memiliki koordinat S 07.17539; E 106.84791. Untuk landing berada pada posisi S 07.19041; E 107.88386.

Perbedaan ketinggiannya dari launching dan landing sekitar 676 meter. Tempat landingnya sangat aman di lapangan sepakbola. Alternatif lainnya ada di persawahan kering. Meski persawahan, tapi tetap aman karena lokasinya sudah diseting sedemikian rupa. Budi menjelaskan, pencanangan kawasan Tarogong untuk olahraga dirgantara sudah dilakukan beberapa waktu lalu.

“Kawasan itu sudah dipilih untuk olahraga dirgantara. Pencanangannya sudah dilakukan lama. Waktu itu bahkan didukung penuh oleh jajaran Polres Garut. Responnya sangat karena waktu itu diikuti oleh banyak peserta. Paralayang ada 100 orang, lalu gantole ada 20 orang,” jelas Budi lagi.

Budi menambahkan, Garut mendapatkan momentum dari Calendar of Event Gebyar Pesona Budaya Garut 2018. Rangkaian event ini digelar spektakuler dan sukses besar.

Gebyar Pesona Budaya Garut 2018 ini mampu menarik puluhan ribu wisatawan per harinya. Budi mengatakan, branding pun terus dilakukan agar pariwisata Garut semakin dikenal.

“Pemerintah Garut semakin tancap gas usar event tersebut. Pembenahan destinasi dan promosi terus dilakukan. Kami berharap semakin banyak wisatawan mancanegara dan nusantara yang datang ke sini. Garut bahkan sudah menyiapkan konsep wisata halal. Yang jelas, dalam 3 bulan ke depan, Garut sudah jadi destinasi yang layang dikunjungi semua wisatawan,” kata Budi.

Mengembangkan wisata halal, Garut pun terus mencari dukungan dari semua stakeholder. Rencanaya konsep ini sudah dilaunching pada Juli nanti.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengungkapkan, pilihan Garut menempatkan pariwisata jadi leading sector sangat ideal. Sebab, pariwisata Indonesia tumbuh di semua lini.

“Garut sudah saatnya bergerak lebih intensif di sektor pariwisata. Potensi di sana besar. Terkait dengan wisata halal, ini akan semakin memperkuat daya tawar Garut kepada pasar,” pungkasnya. (*)

Check Also

Festival Fagogoru 2018 akan Kental dengan Budaya Halmahera

WAKTU.CO– Festival Fagogoru akan kembali digelar, 26-31 Oktober 2018. Kebudayaan Halmahera, Maluku Utara, akan tersaji …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Powered by waktu.co