Home / Others / Terapi Carut Marut PSSI Melalui Penggantian Ketum

Terapi Carut Marut PSSI Melalui Penggantian Ketum

WAKTU.CO, Suporter Persib Bandung terus mencari keadilan atas sanksi berat untuk tim sampai akhir musim nanti.

Insiden kematian suporter Persija Jakarta, Haringga Sirila akhir bulan lalu berbuntut panjang. Komdis PSSI melarang Maung Bandung berlaga di luar jawa.

Sanksi untuk kampiun Liga Indonesia 2014 ini bukan sampai di situ. Persib harus menjalani laga tanpa penonton. Praktis, kelompok suporter Persib, Bobotoh lantang bersuara. Mereka meminta Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi mundur dari kursi Ketum.

Desakan agar Edy meletakkan jabatan bukan cuma datang dari Bandung. Aksi serupa juga berlangsung di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Gabungan suporter sepak bola setempat menggelar aksi damai menyuarakan pergantian Ketum PSSI.

Aksi ini digagas oleh Pusamania (suporter Borneo FC) tersebut berpusat di Stadion Segiri Samarinda Kalimantan Timur, dengan mengambil tema Revolusi PSSI.

Puluhan orang mengenakan atribut suporter sepak bola Indonesia tampak bersemangat menyuarakan Revolusi PSSI.

Sekjen Pusamania Abdus Somad Fauzan mengungkapkan, aksi tersebut merupakan hasil diskusi para suporter menyikapi kinerja PSSI di bawah kepemimpinan Edy Rahmayadi. Aksi tersebut diikuti Pusamania, LA Mania, Barito Putera, dan Viking Borneo.

“Kami menyuarakan agar PSSI berbenah, karena tidak sesuai dengan harapan kami. Paling utama kinerja PSSI di bawah Edy Rahmayadi belum menunjukkan perubahan positif. Walaupun terhibur dengan U-16, tapi gelaran internasional Indonesia sebagai tuan rumah, tidak bisa dimaksimalkan sebagai Macan Asia,” kata Fauzan, Senin,(8/10/2018).

Terdapat empat tuntutan kepada disampaikan para suporter. “Tuntutan pertama pembinaan suporter, PSSI harus bertanggungjawab. Kedua, revolusi kepengurusan PSSI segera dan secepatnya. Ketiga, kompetisi sepak bola Indonesia harus bermartabat. Keempat, Edy Rahmayadi ‘out’,” kata Fauzan.

Tuntutan terakhir paling kencang disuarakan suporter adalah meminta Edy Rahmayadi mundur dari kursi Ketua Umum PSSI. Edy saat ini merangkap jabatan sebagai Ketua Umum PSSI, Gubernur Sumatera Utara, dan Ketua Dewan Pembina PSMS Medan.

“Walaupun itu tidak ada di statuta tapi kalau sudah rangkap jabatan saya pikir bangsa Indonesia memiliki anak bangsa dengan kemampuan sama. Lebih baik, kami konsentrasi di satu bidang daripada bidang lain terbengkalai dan ini harus disikapi,” ujar Fauzan.(*)

Check Also

Perusahaan Swiss Tanam Modal Ratusan Juta Dollar

WAKTU.CO, Salah satu perusahaan investasi asing asal Swiss, Merkuri Holding AG, dikabarkan telah menggelontorkan dana …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Powered by waktu.co